Minggu, 24 Februari 2013

Diposting oleh a di 02.36
*cerpen~
Kisah Empat Lilin


          Ada empat lilin yang menyala, sedikit demi sedikit meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan antar mereka. Lilin pertama berkata “aku adalah lilin kedamaian. Namun manusia tidak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam. Lilin kedua berkata, “aku adalah lilin keyakinan. Sayang aku tidak berguna lagi, manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah tidak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih lilin ketiga bicara. “aku lilin cinta” tidak mampu lagi aku untuk tetap menyala, manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintai, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga tanpa terduga.

        Seorang anak saat itu masuk kedalam kamar dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata “apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” lalu ia menangis tersedu-sedu. Kemudian dengan terharu lilin keempat berkata, “jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya” aku lah lilin harapan. Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya. Sesuatu yang tidak pernah mati adalah HARAPAN yang ada dalam hati kita dan masing-masing kita, semoga hal itu dapat menjadi alat. Seperti anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali keyakinan, kedamaian, dan cinta dengan harapannya.  

#aisyah-nurhusna-tik



0 komentar:

Posting Komentar

Minggu, 24 Februari 2013


*cerpen~
Kisah Empat Lilin


          Ada empat lilin yang menyala, sedikit demi sedikit meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan antar mereka. Lilin pertama berkata “aku adalah lilin kedamaian. Namun manusia tidak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam. Lilin kedua berkata, “aku adalah lilin keyakinan. Sayang aku tidak berguna lagi, manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah tidak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih lilin ketiga bicara. “aku lilin cinta” tidak mampu lagi aku untuk tetap menyala, manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintai, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga tanpa terduga.

        Seorang anak saat itu masuk kedalam kamar dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata “apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” lalu ia menangis tersedu-sedu. Kemudian dengan terharu lilin keempat berkata, “jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya” aku lah lilin harapan. Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya. Sesuatu yang tidak pernah mati adalah HARAPAN yang ada dalam hati kita dan masing-masing kita, semoga hal itu dapat menjadi alat. Seperti anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali keyakinan, kedamaian, dan cinta dengan harapannya.  

#aisyah-nurhusna-tik



0 komentar on " "

Posting Komentar






 

some stories of my life (˘ ³˘)❤ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea